Tulisan Meningkatkan Visibiltas Digital Bagi Organisasi

Mengingat pentingnya visibilitas digital bagi organisasi, Yayasan Kebaya sebagai salah satu dari OMS ( Organisasi Masyarkat Sipil ) mitra impact+, telah aktif mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas berupa pelatihan bertajuk “Peningkatan Visibilitas Digital Organisasi Melalui Produk Tulisan”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Impact Plus (bagian dari Yayasan Penabulu), secara daring via apps Zoom dan dibagi dalam 2 sesi; 30 Agustus 2022 dan 5 September 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta dari 23 OMS.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Danardono Siradjudin dari CIvica.id. Pada sesi pertama ini, narasumber pada presentasinya memberi pengarahan dan mengajak para peserta untuk memahami pentingnya visibilitas digital bagi organisasi masyarakat sipil agar lebih dikenal oleh publik. Menurut Danar mengapa visibilitas digital dalam bentuk tulisan penting bagi OMS? karena peluang peminat media mainstream mulai menurun. Dulu, orang senang menonton televisi, berbeda dengan zaman sekarang, orang lebih gemar menggunakan media sosial. 

“Orang zaman sekarang lebih banyak tidak membaca media mainstream, tapi lebih ke media sosial atau kanal lain. Ini sebenarnya peluang bagi kita” ujar Danardono Siradjudin.

Peluang ini diharapkan bisa digunakan sebaik-baiknya dan konsisten melalui tulisan di media sosial dan website agar pihak lain tahu apa yang kita kerjakan, tentang brand organisasi dan salah satu upaya strategi keberlanjutan organisasi.

Selain itu, Danar juga menegaskan pentingya penggunaan formula 5W+1H (What, Who, When, Why, Where, dan How) saat menulis. Juga bagaimana tips penulisan yang benar , yang terdiri dari:

  1. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar;
  2. Sisipkan kutipan dari narasumbernya;
  3. Kurangi anak kalimat 
  4. Hindari bahasa tutur
  5. Struktur penulisan SPOK (subyek-predikat-obyek-keterangan)

Penggunaan struktur penulisan Piramida Terbalik menurut Danar adalah salah satu metode yang perlu diterapkan juga didalam penulisan konten. atau penyajian berita paling dasar yang menempatkan semua informasi penting pada bagian awal, kemudian makin kebawah memuat informasi yang kurang penting.

Struktur Penulisan Piramida Terbalik. ref: impact+

Pada pelatihan sesi kedua (Senin, 5 September 2022), narasumber melakukan review dan mempresentasikan catatan umum atas karya tulis peserta ( pada sesi pertama peserta diberi tugas menulis artikel ). Danardono Siradjudin sebagai narasumber pelatihan mengajak peserta untuk lebih banyak berbagi pengalaman dalam membuat tulisan/ artikel.

“Yang belum terbiasa, tapi ingin menulis, harus memulainya sekarang juga. Tulis dan tidak perlu memikirkan apa pun, misalkan tata bahasa. Setelah kita sudah terbiasa melakukan itu, baru kita melangkah pada tahap selanjutnya, seperti belajar struktur bahasa sambil banyak membaca tulisan berkualitas,” ujarnya.

Hal menarik yang perlu dicatat dalam sesi kali ini, yaitu mengenai laporan program yang dapat diubah menjadi bentuk penulisan apa saja, misalkan tulisan feature. atau membuat profiling lembaga.

Di akhir sesi, Danardono memberikan tips mulai menulis, “Cara penulisan yang baik akan segera diperoleh saat kita sudah ‘selesai’ berhubungan dengan semua itu. Latihan, latihan, dan latihan akan membuat kita cakap.

Bagikan post ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published.