“Saling Mendukung, Saling Maju: FGD Strategi dan Manajemen Wirausaha yang Menginspirasi”

Hari Jumat ini bukan hanya menjadi momentum berakhirnya pekan, tetapi juga merupakan titik awal bagi perubahan bagi 15 transpuan dan 10 odhiv pelaku usaha individu yang berkumpul di Sekretariat Yayasan Kebaya. Sebuah inisiatif luar biasa yang digagas oleh Yayasan Kebaya, dengan dukungan dari Program BROT (BfdW) Jerman-Project ” Penguatan Ketahanan Transpuan Lanjutan ” no N-IDN-2023-3042, melalui kegiatan FGD (Focus Group Discussion) lanjutan.

Kegiatan ini bertujuan utama untuk meningkatkan strategi dan manajemen wirausaha, memberikan bimbingan kepada pelaku usaha individu, serta menciptakan wadah interaktif di mana kebutuhan dan tantangan mereka dapat diidentifikasi secara mendalam. Sebagai langkah awal, FGD ini diharapkan dapat merangkul para pelaku usaha untuk memajukan diri dan berkolaborasi lebih baik dalam menghadapi perubahan zaman, terutama di masa seperti pandemi COVID-19.

Pertemuan dimulai dengan antusiasme tinggi di ruang Sekretariat Yayasan Kebaya. Para peserta dari kalangan transpuan dan odhiv pelaku usaha individu duduk bersama. Inisiator acara, dengan penuh semangat, membuka forum ini sebagai wahana untuk saling berbagi pengalaman, hambatan, dan impian masing-masing.

“Kita semua di sini memiliki cerita dan perjalanan bisnis kita masing-masing,” ujar salah seorang peserta FGD. “Namun, kita juga ingin tumbuh bersama dan memberdayakan satu sama lain, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut.”

Melalui format diskusi terstruktur, peserta berbagi pengalaman tentang bagaimana mereka mengelola usaha mereka di tengah pandemi dan bagaimana mereka beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar. Staff Yayasan Kebaya dengan penuh perhatian mendengarkan setiap cerita, mencatat tantangan yang dihadapi, dan bersama-sama mencari solusi yang dapat membantu mengoptimalkan manajemen wirausaha mereka.

Tujuan Mendalam

FGD ini tak hanya sebatas pertemuan rutin, tetapi lebih sebagai pelayanan holistik bagi transpuan dan odhiv pelaku usaha individu di DIY. Dengan kehadiran 15 transpuan dan 10 odhiv pelaku usaha individu, serta dukungan 5 staff Yayasan Kebaya, tercipta sinergi yang membentuk ikatan kebersamaan.

“Tujuan kita bukan hanya untuk belajar manajemen wirausaha,” ungkap salah satu staff Yayasan Kebaya. “Tapi juga untuk saling mendukung, memotivasi, dan menciptakan jaringan yang kuat di antara kita. Bersama, kita dapat melampaui batasan dan mencapai kesuksesan yang lebih besar.”

Langkah Selanjutnya

Seiring berakhirnya FGD, langkah selanjutnya akan melibatkan pendampingan mendalam bagi masing-masing peserta. Yayasan Kebaya berkomitmen untuk menyediakan sumber daya dan dukungan yang diperlukan, dari pelatihan manajemen bisnis hingga membangun jejaring bisnis yang kuat.

Melalui inisiatif seperti ini, Yayasan Kebaya-BfdW memainkan peran penting dalam menciptakan ekosistem wirausaha yang inklusif dan berkelanjutan. Semua pihak yang terlibat berharap bahwa hasil dari FGD ini tidak hanya akan menciptakan peluang bisnis yang lebih baik, tetapi juga ikatan kebersamaan yang kuat di antara komunitas transpuan dan odhiv pelaku usaha individu di DIY.

Bagikan post ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *