Optimasi Kurikulum Sekolah Waria Yayasan Kebaya Yogyakarta

Pada tanggal 13 Mei 2024, Yayasan Kebaya Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Finalisasi Modul Smart-Transchool di Top Malioboro Hotel. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini bertujuan untuk menyempurnakan modul pendidikan yang dirancang khusus bagi sekolah kebaya waria, Smart-Transchool. Workshop ini menjadi bagian penting dalam upaya penguatan ketahanan komunitas transpuan Yogyakarta, sebagai bagian dari proyek unggulan Yayasan Kebaya -BfdW dalam program “Penguatan Ketahanan Komunitas Transpuan Yogyakarta – Proyek Lanjutan” (Project Number: N-IDN-2023-3042) yang berlangsung dari Agustus 2023 hingga Juli 2026.

Sejak pagi, suasana Top Malioboro Hotel diwarnai semangat dan antusiasme dari 13 peserta yang terdiri dari staf Yayasan Kebaya. Nama-nama seperti Mbak Arum, Mami Tata, Mbak Sheila, Bunda Yetty, Mbak Widhi, Bunda Kirana, Mbak Jenny, Mbak Ayu, Bunda YS, Danial, dan Mami Vinolia hadir, bersama dengan dua narasumber eksternal yang menjadi kunci dalam diskusi ini: Saptawidi sebagai fasilitator dan Novi sebagai notulis.

Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Direktur Yayasan Kebaya, Mami Vinolia dan Program Manajer, Mami Rully. Kemudian Saptawidi mengambil alih untuk memfasilitasi sesi pertama, memperkenalkan tujuan utama workshop dan pentingnya modul yang sedang disempurnakan. Beliau menekankan bahwa modul ini bukan sekadar panduan teknis, tetapi juga sarana untuk membangun kepercayaan diri dan mendukung pertumbuhan pribadi serta profesional para siswa Smart-Transchool.

Diskusi berlangsung dinamis dengan setiap peserta memberikan kontribusi aktif. Berbagai sudut pandang dan masukan berharga muncul dari pengalaman langsung mereka di lapangan. Mbak Sheila mengusulkan penambahan materi tentang teknik kebaya yang lebih modern, sementara Bunda Kirana menekankan pentingnya aspek psikologis dalam modul untuk membantu siswa mengatasi stigma dan diskriminasi.

Sesi istirahat memberikan kesempatan bagi peserta untuk saling berinteraksi lebih santai, memperkuat kebersamaan dan semangat kolaborasi. Setelah itu, diskusi dilanjutkan dengan presentasi dari Saptawidi dan Novi yang memberikan wawasan tambahan dan menjawab berbagai pertanyaan yang muncul.

Pukul 16.00 WIB, workshop mencapai puncaknya dengan sesi evaluasi. Peserta berbagi kesimpulan dan langkah-langkah ke depan untuk memastikan modul dapat diimplementasikan dengan sukses. Workshop ini tidak hanya berhasil menyempurnakan modul, tetapi juga memperkuat komitmen semua pihak untuk terus mendukung pendidikan inklusif dan kesetaraan bagi komunitas waria.

Dengan berakhirnya acara, peserta meninggalkan Top Malioboro Hotel dengan semangat baru dan optimisme tinggi untuk masa depan Smart-Transchool. Workshop ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Yayasan Kebaya untuk memberdayakan komunitas transpuan Yogyakarta dan melanjutkan perjuangan menuju kesetaraan dan inklusivitas.

Bagikan post ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *